Headlines News :

Statistik Blog

Stay Connected

Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

Perkembangan Iptek di Bidang Informasi



“Jika berbicara tentang teknologi, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Selamanya, selama peradaban manusia masih ada, teknologi akan terus menjadi hal terpenting dalam kehidupan.

Hal yang saat ini sedang menjadi trand dan ramai diperbincangkan adalah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mana merupakan salah satu hal terpenting di abad ini. Tidak dapat dipungkiri kalau TIK tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari anak kecil hinga orang tua, pedagang kecil hingga pengusaha besar, baik disadari maupun tidak sudah begitu tergantung pada TIK.

Jika dilihat dari kacamata sejarah, TIK sesungguhnya sudah mulai dikenal manusia sejak beratus-ratus berabad-abad lalu. Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini, manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan symbol-simbol dan isyarat. Hal ini merupakan titik awal perkembangan TIK. Manusia yang lebih maju dan modern mampu berkomunikasi secara lisan dan mulai mampu mendokumentasikan informasi dalam bentuk tulisan dan ukiran baik dalam bentuk simbol maupun gambar.”

“Pada jaman lalu, teknik pendokumentasian informasipun masih sanat sederhana, tetapi akhirnya terus berkembang dengan sanat pesat hingga saat ini. Beberapa alat yang digunakan pada zaman dulu antara lain, tulang, batu, kulit kayu, tanah liat, dan kulit binatang. Adapun karakteristik dari cara penyampaian informasi pada zaman dahulu adalah informasi menyebar dengan lambat dan kuran efektif.

Setelah masa revolusi industri, alat-alat mekanik bahkan elektronik mulai ditemukan, termasuk didalamnya alat-alat yang mampu membuat penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan efektip. Jika pada awalnya orang yang berjarak jauh hanya mampu berkomunikasi lewat surat atau melalui kurir, maka pada abad pertengahan ini sudah mulai digunakan telegraf. Beberapa tahun kemudian, Alexander Graham Bel menemukan telepon yang mampu dipakai untuk berkomunikasi oleh orang walaupun berjarak jauh.”

“Selain itu,proses pengolahan data pun semakin cepat dan efisien. Berbagai barang elektonik mulai dari televise, handphone, pager, PDA, laptop hingga palmtop sudah menjadi barang-barang yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Perkembangan TIK pun semakin pesat seiring dengan ditemukannya alat-alat yang lebih canggih.

Melihat apa yang terjadi saat ini, dapat dibayangkan apa yang mungkin dapat terjadi di masa nanti. Jauhnya jarak tidak lagi akan terasa. Kelak komunikasi jarak jauh akan dilakukan dengan hologram tiga dimensi yang begitu nyata. Pekerjaan-pekerjaan manusia akan mulai dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan mampu belajar dari pengalamannya sehingga mampu mengkoreksi kesalahan yang ia lakukan dengan sendirinya.

Teknologi komputer pun akan berkembang dengan pesat. Komputer masa depan akan mampu merespon tindakan-tindakan manusia dan memahami bahasa manusia. Lebih canggihnya lagi, komputer generasi yang akan datang diramalkan, akan memiliki perasaan layaknya manusia.

Melihat fakta dan gambaran masa depan seperti diuraikan di atas, muncul satu kekhawatiran, “Akankan eksistensi mausia digantikan oleh computer?” dan “Akankah manusia mampu bertahan dari kepunahan?”. Satu hal yang patut kita sadari dan tekadkan, “Teknologi dibuat untuk membantu manusia, bukan untuk memperbudak manusia”.”

Mewaspadai munculnya gempa kategori “megathrust” yang mengancam Padang.




Sekitar selang 2 (dua) minggu saja dari wanti-wanti Tim 9 kemungkinan ancaman bencana qempa bumi berkategori “megathrust” yang berpotensi mengahantam kawasan Padang, Mentawai, dan pesisir Sumatera Barat hari Minggu tgl 24 Okt kemarin dari lokasi yang cukup berdekatan yakni lepas pantai arah Barat propinsi Sumatera Utara dan Aceh terekam terjadinya gempa berskala 5,0 SR dari kedalaman 29 km. Kalangan ahli gempa dan tsunami tanah air yang terhimpun dalam Tim 9 pada kunjungan bersama Staf Khusus Kepresidenan RI di Padang tgl 10 Oktober yl dalam paparan kajian simulasi ancaman gempa di atas mengungkapakan besaran skala qempa yang dapat terjadi dan berpusat di kawasan seputar wilayah pulau Siberut dan Mentawai sebesar hingga 8,9 SR. Gempa berskala sebesar ini disebutkan Ahli Kegempaan LIPI Dr. Danny Hilman Natawidjaja tergolong kategori “megathrust” dengan daya kerusakkan bencana yang amat dahsyat dan dalam prakiraannya kemungkinan terjadi memang sudah diambang pintu.
Gempa dahsyat ini akan berlanjut gelombang tsunami dalam jangka waktu -/+ 2,5 jam menghampiri pesisir Padang dengan ketinggian gelombang hingga setinggi 6 meter yang bakal menyapu sejauh hingga 2 kilometer memasuki wilayah kota Padang yang berpenduduk sejumlah -/+ 1 juta jiwa dan berpotensi merenggut korban hingga sebanyak 150.000 orang.
Dan dengan sekilas saja menyimak paparan data di atas mau tidak mau setiap orang Indonesia langsung teringat akan kejadian mega bencana tsunami Aceh yang terjadi tgl 26 Desember 2004 yang silam; yang berawal dari gempa bumi dahsyat berskala 9,1 SR diikuti gelombang tusnami yang melanda kawasan pantai di NAD Nangroe Aceh Darussalam dan mengakibatkan korban hingga 300.000 jiwa lebih yang terenggut maut.

Apabila khalayak berkesempatan untuk dapat cukup mengingat-ingat kembali bencana gempa yang melanda Padang nyaris persis sekitar setahun berselang (30 Sep 2009), maka seluruh warga masyarakat di tanah air merasakan duka atas cukup tingginya jatuhnya korban jiwa (1.000 orang lebih) akibat gempa berskala 7,6 SR yang berpusat di tepian pantai Sumatera namun tidak menimbulkan bencana tsunami. Kajian sejumlah ahli dibalik kejadian gempa tersebut menyebutkan bahwa gempa yang menghantam kota Padang tersebut berasal bukan dari lokasi pusat gempa di wilayah pulau Siberut dan Mentawai hingga merupakan gempa yang berlainan dari ancaman gempa berskala “megathrust” yang wajib diwaspadai dan diantisipasi kemunculannya !
Apabila mengingat pasca kejadian mega bencana tsunami Aceh 2004 sebenarnya sejumlah ilmuwan ahli gempa Internasional pun sempat membeberkan sejumlah prognosis gempa berskala besar yang berpotensi terjadi di garis patahan tumbukan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia yang berderetan sejajar di lepas garis pantai daratan pulau Sumatera yang antara lain meliputi wilayah kawasan pulau Siberut dan Mentawai menerus ke arah Barat Laut melalui kawasan lepas pantai Aceh, hingga ke kepulauan Andaman di Samudera Hindia. Adanya keseimbangan gaya akibat perlepasan energi antara tumbukan kedua lempeng tektonik dan data sejarah kegempaan khususnya yang berpusat di Siberut dan Mentawai mengindikasikan potensi bakal munculnya gempa dahsyat akibat energi yang tersimpan dan belum terlepas hingga saat ini. Gempa dahsyat berskala 8.7 SR terjadi di kawasan ini pada tahun 1797.
Diimbuhi teori efek domino dan cascade atau efek berantai terjadinya gempa yang muncul beruntun demi mencapai keseimbangan energi pada patahan di lokasi terjadinya regangan stress akibat tumbukan pelat tektonik, maka kalangan para ahli berkeyakinan periode kemunculan gempa dahsyat dipandang tengah mulai memasuki masa kritis untuk muncul terjadi kembali.

Salah satu prognosis ilmiah pernah dipaparkan ilmuwan Prof. John Mc Closkey, dari insitusi The Environmental Sciences Research - Universitas Ulster, Irlandia Utara yang dengan cukup tepat memprakirakan kejadian gempa berskala 8,5 SR yang melanda Mentawai Maret 2005, yang diperingatkannya bakal terjadi diantaranya berhubung semacam efek-domino diatas sebagai dampak lanjutan gempa berikut bencana tsunami Aceh sekitar setahun sebelumnya.
Sementara ilmuwan AS asal California Institute of Technology (Caltech) Dr. Kerry Sieh yang sebelumnya telah selama hampir 20 tahun melaksanakan penelitian intens kegempaan di kawasan Mentawai bersama dengan ilmuwan LIPI Dr. Danny Hilman sampai pada prakiraan betapa gempa dahsyat yang bakal melanda Padang walau waktu kejadiannya mustahil untuk dinyatakan dengan rinci dan tepat kapan waktunya, namun diyakininya bakal terjadi dalam lingkup hitungan generasi yang hidup pada masa kini yakni dalam kisaran waktu -/+ 30 tahun sekarang; atau diurai dalam penjelasannya ; “...kemungkinan terjadi kalau tidak Anda sendiri yang mengalaminya, atau pun kalau tidak demikian maka apabila Anda adalah seorang ayah yang memiliki seorang anak maka kejadiannya bakal dialami dalam kehidupan anak Anda” !


Sumber: Ragam info situs. / Rizal Aachtung.
 

Sport News

http://bejoartikel.blogspot.com/2012/11/callejon-madrid-tidak-beda-bedakan.html

Featured Content Slider

Trending Topik

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ArtikelBejo™ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger