Headlines News :

Statistik Blog

Stay Connected

Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Ini Dia Metode 10 Menit Agar Cepat Tidur Pulas

Jakarta, Beberapa orang seringkali perlu waktu berjam-jam agar dapat tidur nyenyak. Pada penderita insomnia, bisa jadi waktunya lebih lama lagi. Untungnya sebuah penelitian menemukan ada suatu metode sederhana untuk mengurangi ketegangan dan membuat orang cepat tidur pulas.

Metode yang dilakukan selama 10 menit ini dirancang dilakukan sebelum tidur. Praktiknya dengan berfokus pada tempat yang tenang dan menyenangkan seperti pantai atau danau yang dikelilingi pohon-pohon tinggi. Setelah itu, tarik napas dalam perlahan-lahan.

"Teknik ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa stres negatif dapat mempengaruhi tidur. Kita tahu ada banyak faktor risiko penyakit jantung seperti merokok, diabetes dan kolesterol tinggi. Tetapi baru sedikit yang mengerti tentang stres," kata Dr Arn Eliasson, konsultan di Walter Reed National Military Medical Center seperti dilansir Health Day, Senin (12/11/2012).

Penelitian ini akan disajikan dalam pertemuan American College of Chest Physicians dan menunjukkan bahwa teknik ini mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk dapat tertidur, meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kelelahan.

Untuk merumuskan metode ini, peneliti melibatkan 135 orang pria dan 199 orang wanita dengan usia rata-rata 56 tahun. Sebagian kecil peserta mengidap post-traumatic stress disorder (PTSD), yaitu gangguan kecemasan parah yang muncul setelah menyaksikan peristiwa traumatis.

Para peserta diminta mengisi kuesioner yang terdiri atas 14 pertanyaan untuk mengukur tingkat stres. Peserta juga diminta mengisi survei tentang kualitas tidur dan ditanya berapa lama waktu tidurnya, gangguan tidur yang dialami, penggunaan obat tidur serta seberapa sering merasa kelelahan di siang hari.

Peserta kemudian diminta menghadiri program bernama 'Tension Tamer' atau penjinak ketegangan lewat workshop selama 30 menit, kemudian diikuti 4 kali kunjungan selama 30 menit dengan seorang spesialis manajemen stres untuk berlatih teknik pereda stres. Setelah menyelesaikan program ini, para peserta diminta mengikuti survei lagi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 65 persen peserta mengaku stresnya berkurang sebesar 6,6 poin. Namun di sisi lain, sebanyak 34 persen peserta mengaku stresnya malah makin memburuk sebesar 4,6 poin. Pada peserta yang berkurang stresnya, ada perbaikan kualitas tidur, makin sedikit waktu yang diperlukan untuk tertidur dan berkurangnya rasa kelelahan.

"Ini bukan teknik baru. Terapi pengurangan stres selalu berperan untuk membantu orang tertidur. Mengurangi stres dengan cara apapun jelas akan membantu, namun yang paling penting adalah mempelajari mengapa orang tersebut mengalami kesulitan tidur," kata Dr Aparajitha Verma, direktur medis Methodist Hospital Comprehensive Sleep Disorders Program.

Verma menjelaskan bahwa teknik ini memang dapat membantu cepat tidur pulas, tetapi tidak akan menjamin dapat memperoleh kualitas tidur yang baik. Ia menyarankan untuk bersantai sebelum tidur, menyelesaikan masalah yang mengganggu dan mematikan segala sesuatu yang dapat merangsang kesadaran atau membuat terjaga.

5 Manfaat Luar Biasa Tidur Siang

Jakarta, Siang hari selepas makan siang, godaan untuk menyandarkan kepala begitu kuat. Kelopak mata tiba-tiba terasa berat dan tiba-tiba layar komputer tak lagi memikat. Sebaiknya jangan melawan rayuan tidur siang ini, sebab beristirahat barang sejenak memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

"Saat tertidur, ada banyak hal yang terjadi pada otak. Otak kanan menunjukkan aktivitas yang jauh lebih tinggi. Hal itu aneh karena sebagian besar orang menggunakan tangan kanan yang didominasi otak kiri. Tapi selama istirahat, otak kanan lah yang paling aktif," kata Andrei Medvedev, asisten profesor di Center for Functional and Molecular Imaging Georgetown University

Medevdev menjelaskan bahwa saat tidur siang, otak mengerjakan beberapa tugas mental seperti pengorganisasian dan pengolahan informasi. Selain itu, ia juga menjelaskan beberapa manfaat unik lainnya seperti dilansir Fox News, Rabu (14/11/2012), yaitu:

1. Meningkatkan daya ingat
Sebuah penelitian tahun 2008 menemukan bahwa tidur siang selama 45 menit bisa membantu meningkatkan daya ingat. Peningkatan ini terjadi dalam fase slow-wave sleep atau tidur gelombang pendek sebagaimana biasa terjadi saat tidur siang.

Peningkatan aktivitas otak saat sedang tidur juga diyakini bermanfaat untuk mempelajari bahasa asing. Kata-kata atau istilah baru akan lebih mudah diingat jika sering diperdengarkan saat sedang tidur.

2. Meningkatkan produktivitas
Tidur siang dapat melindungi otak dari pengolahan informasi yang terjadi secara berlebihan dan membantu mengkonsolidasikan informasi yang baru dipelajari. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan konsentrasi dan produktifitas di tempat kerja. Bahkan penelitian sebelumnya menemukan tidur siang dapat menurunkan tekanan darah.

3. Mengobati insomnia
Penelitian telah menemukan bahwa orang yang tidur siang selama 15 menit merasa lebih waspada dan kurang mengantuk, bahkan ketika malam hari sebelumnya kurang tidur.

Efeknya memang bisa bervariasi pada setiap individu, namun sebuah penelitian tahun 2011 menegaskan tidur siang membuat penderita insomnia jadi lebih bugar karena total waktu istirahatnya jadi lebih panjang.

4. Menurunkan stres
Ingin memotong hormon stres kortisol sebanyak separuh? Penelitian menunjukkan bahwa hormon stres secara dramatis mengalami penurunan setelah tidur siang, terutama jika semalam tidurnya kurang begitu nyenyak.

Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa ketika sekelompok pilot tidur kurang dari 7 jam semalam sebelum bertugas, kadar kortisolnya meningkat secara signifikan dan bertahan selama 2 hari. Namun ketika berhasil tidur siang barang sebentar, kadar kortisol berkurang separuhnya.

5. Mencegah penyakit jantung
Tidur siang yang pendek selama 20-40 menit bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. Kesimpulan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti Yunani.

Peneliti menemukan bahwa orang yang setidaknya tidur siang 30 menit selama 3 kali dalam seminggu dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 37 persen. Menurut penelitian ini, tidur siang yang sehat sebaiknya dilakukan antara pukul 1-3 siang selama tak lebih dari 45 menit. Jika berlebih, justru menyebabkan terbangun dengan 'kepala berat'.

Suami Malas Menyentuh karena Trauma Melihat Istri Melahirkan

Jakarta, Mbak Zoya, sewaktu hamil 7 bulan, saya menemukan suami masih berhubungan dengan mantan pacarnya dengan saling ber-BBM mesra. Sejak saat itu saya jadi tidak percaya dengan suami walaupun suami meminta maaf dan mengatakan bahwa itu cuma main-main saja.

Semenjak saya melahirkan kurang lebih 4 bulan yang lalu, kami tidak lagi melakukan hubungan suami istri sampai sekarang. Ketika ditanya, suami beralasan merasa trauma melihat persalinan saya secara langsung.

Oleh karena hal itu, saya merasa hubungan saya dengan suami menjadi renggang. Ketika saya singgung mengenai hal ini, suami selalu mengelak dengan mengatakan trauma. Pertanyaan saya, apakah hal itu memang ada atau ini hanyalah alasan suami saja?

Apakah hal ini bisa membuat hubungan kami akan retak? Saya malah curiga suami masih berhubungan dengan mantan pacarnya. Bagaimana solusinya karena saya sangat bingung dan tidak tahu harus bagaimana?

LL (Perempuan Menikah, 30 Tahun), leXX@gmail.com
Tinggi Badan 160 cm, Berat Badan 65 kg

Jawaban

Ibu LL, memang ada banyak pria yang mengalami trauma tidak bisa lagi melakukan hubungan seksual dengan istrinya ketika melihat langsung proses melahirkan. Itulah mengapa ada banyak pria yang diperbolehkan melihat proses persalinan, tetapi cukup melihat wajah istrinya saja tanpa melihat bagaimana proses keluarnya bayi.

Mungkin betul suami Anda mengalami trauma, mungkin juga tidak. Mengapa tidak berkonsultasi saja supaya lebih memastikan apakah benar telah terjadi trauma psikologis sehingga tidak lagi bisa berhubungan seksual. Saya tidak dapat mengatakan benar atau tidak sebelum melakukan diagnosis yang valid lewat wawancara serta bertemu dengan Anda dan suami.

Saran saya, daripada menyinggung hal ini lagi, bagaimana jika Anda tanyakan dengan cara yang lebih asertif. Misalnya, tanyakan dengan kalimat; "Mas, adakah cara yang dapat saya lakukan untuk menghilangkan trauma tersebut?" Kalau misalnya jawabannya tidak ada, tanyakan apakah tidak sebaiknya Anda berdua mencari solusi profesional agar sama-sama bisa melakukan hubungan seks lagi.

Jangan lupa, katakan kepada suami bahwa Anda mencintainya dan Anda menginginkannya secara seksual. Bagaimanapun juga, pria akan mendengar dan harga dirinya perlu diangkat sehingga dia merasa bahwa dirinya dibutuhkan dan diinginkan oleh pasangannya.

Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Ingin Turunkan Berat Badan? Cobalah Sarapan Telur

Jakarta, Sarapan apa Anda pagi ini? Jika Anda ingin menurunkan berat badan, tidak ada salahnya jika memulai hari dengan sarapan telur.

Sebagian besar review penelitian dampak memakan telur menyebutkan bahwa telur mengandung bahan kuat yang dapat membantu mengurangi jumlah kalori. Tak hanya sarapan, berat badan Anda bisa turun jika mengonsumsi telur pada saat makan siang dan makan malam.

Telur rebus, telur goreng, atau orak-arik yang dimakan pada saat sarapan membuat seseorang kenyang lebih lama dibanding sarapan dengan makanan lainnya. Tentunya hal ini bisa sangat membantu mereka yang mati-matian berusaha menghindari keinginan untuk ngemil biskuit, kue, atau cokelat pada sore hari.

Dalam review yang dipublikasikan di jurnal Network Health Dietitian mengungkapkan bahwa telur mengandung protein yang khusus. Nah protein ini ditengarai membuat seseorang tidak mudah lapar.

Ahli diet Dr Carrie Ruxton menyatakan ada hasil yang berbeda-beda dari enam penelitian yang dilakukan selama delapan tahun.

Penelitian menunjukkan ada efek kenyang yang konsisten dan asupan energi jangka pendek. Dua penelitian menunjukkan perubahan nafsu makan terkait gut hormon atau hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Nah, mereka yang memakan telur merasakan efek kenyang ini.

Dalam penelitian jangka panjang, mereka yang sarapan telur terbukti bisa menurunkan berat badan secara signifikan ketimbang mereka yang sarapan sereal. Terbukti yang sarapan telur kehingan beberapa inci lingkar pinggnya.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan, terutama untuk penurunan berat badan jangka panjang. Bukti menunjukkan telur memiliki peran besar dalam manajemen berat badan," kata Dr Ruxton seperti dikutip dari Daily Express dan timesofindia, Sabtu (10/11/2012).

Dalam diet penurunan berat badan, ada dua manfaat lain yang bisa diperoleh. Pertama, kontrol porsi. Dr Ruxton mengatakan telur memiliki kalori sekitar 78 kalori setiap butirnya. Dengan tahu jumlah kalori per butirnya maka setiap orang yang memakannya mengenali seberapa banyak kalori yang telah dikonsumsinya.

Kedua, telur merupakan salah satu sumber vitamin D. Hal ini tentu bermanfaat bagi mereka yang kelebihan berat badan dan berisiko mengalami diabetes dan sakit jantung.

"Ada beberapa sumber alami Vitamin D dalam makanan, dan telur juga bisa berperan," sambung Dr Ruxton.

Telur rata-rata memiliki protein tingkat tinggi yakni 6,5 gram. Kandungan ini telah menyumbang 13 persen dari kebutuhan harian orang dewasa.

Lihat Layar HP Saat Bangun Tidur di Pagi Hari Bisa Kurangi Stres

Jakarta, Paparan cahaya biru dari teknologi layar seperti komputer, laptop atau ponsel diketahui dapat mengganggu tidur di malam hari. Tetapi jika Anda terpapar cahaya biru di pagi hari, justru dapat bermanfaat baik dalam mengurangi tingkat stres sepanjang hari.

Peneliti Rensselaer Polytechnic Institute di New York melakukan penelitian terhadap 18 remaja yang hanya tidur 4,5 jam saja selama 3 malam berturut-turut. Peserta dibagi menjadi dua kelompok yang akan diberikan dua perlakuan, kelompok pertama diminta melihat cahaya biru dan kelompok lainnya diminta melihat cahaya alami yang redup.

Hasilnya, remaja yang terbangun dengan cahaya biru memiliki kadar hormon stres (kortisol) yang hampir dua kali lebih tinggi dibanding remaja yang terbangun dengan cahaya alami yang redup.

Hormon kortisol mungkin dikenal sebagai hormon yang buruk, seperti menyebabkan stres, meningkatkan berat badan, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit jantung. Tetapi meningkatnya hormon kortisol sampai ke puncak di pagi hari dapat menyetel ulang irama sirkadian tubuh.

"Hal ini jugalah yang menjadi alasan mengapa seseorang harus menghindari cahaya biru di malam hari, karena produksi hormon melatonin yang mengatur tidur dapat terganggu oleh hormon kortisol dan menyebabkan seseorang tetap terjaga," kata Mariana Figueiro, PhD, pemimpin penelitian, seperti dilansir prevention, Jumat (9/11/2012).

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kortisol tinggi pada pagi hari, merasa lebih bersemangat menjalani hari. Lonjakan kortisol di pagi hari sepertinya merupakan pemanasan bagi tubuh agar siap menghadapi ketegangan-ketegangan yang akan terjadi sepanjang hari.

Tubuh membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk memompa kortisol agar Anda dapat merasakan efeknya. Begitu bangun tidur, bacalah koran digital pada laptop, tablet komputer, atau ponsel pintar Anda di dekat jendela sebelum berolahraga. Sinar biru dari peralatan elektronik tersebut dapat membuat Anda lebih siap menjalani hari dan terhindar dari stres.

Lakukan Ini Biar Tak Gampang Pilek di Musim Hujan


Jatilawang, Pilek sangat mudah menyerang dalam cuaca dingin seperti di musim hujan sekarang ini. Namun jangan hanya pasrah begitu saja, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit yang bikin hidung meler serta bersin-bersin tersebut.

Beberapa cara untuk mencegah atau meredakan gejala pilek yang bisa dilakukan di musim hujan antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Menshealth.com, Selasa (6/11/2012).

1. Perbanyak asupan zink
Zink atau seng merupakan mineral penting yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Konsumsi suplemen zink pada hari pertama merasakan gejala pilek terbukti bisa mengurangi tingkat keparahan gejala, bahkan jadi lebih cepat sembuh.

2. Tenangkan pikiran
Bagi yang suka meditasi, teknik olah pikiran ini akan sangat membantu meredakan stres yang berarti juga bisa menangkal pilek. Pikiran yang tenang dan lebih rileks terbukti mengurangi tingkat keparahan dan lamanya serangan pilek sebanyak 35-60 persen.

3. Perbanyak minum
Cairan tubuh yang selalu terjaga akan membuat hidung dan saluran napas tetap lembab. Partikel-partikel kuman akan kesulitan untuk masuk, sehingga infeksi lebih mudah dicegah.

4. Sering berkumur
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa kumur dengan air bersih beberapa kali dalam sehari bisa menyingkirkan kuman-kuman yang mungkin bersembunyi di mulut.

5. Minum probiotik
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa minuman probiotik bisa mengurangi lamanya serangan pilek dari rata-rata 6 hari menjadi 4 hati saja. Tingkat keparahan gejala juga berkurang 30 persen.

6. Coba ramuan herbal
Herbal asli Afrika, Pelargonium sidoides merupakan salah satu contoh ramuan untuk pilek yang cukup terkenal di seluruh dunia. Sama seperti suplemen zink, herbal ini sebaiknya juga dikonsumsi sejak hari pertama gejala pilek muncul.

7. Perbanyak vitamin D
Bukan kebetulan kalau pilek paling banyak menyerang saat matahari lebih banyak bersembunyi di balik mendung. Tubuh membutuhkan sinar matahari untuk mengubah provitamin D menjadi vitamin D. Tanpa vitamin D, daya tahan tubuh akan melemah.

8. Istirahatkan tubuh dan pikiran
Olahraga memang penting untuk menjaga badan tetap bugar. Namun sekali kena pilek, sangat disarankan untuk berhenti dulu sampai gejalanya mereda. Perbanyak waktu istirahat agar tubuh punya cukup energi untuk memerangi infeksi.

9. Makan bawang putih
Meski bau dan rasanya tidak enak, bawang putih merupakan antimikroba alami yang sangat bisa diandalkan. Memperbanyak konsumsi bawang putih akan membantu sistem imun tubuh untuk menangkal penyakit maupun menyembuhkan bagi yang sudah terlanjur kena.

10. Tambah jam tidur
Penelitian di jurnal Archives of Internal Medicine membuktikan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam/hari 3 kali lebih rentan pilek dibanding yang tidurnya 8 jam/hari. Tidur bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga pilek juga bisa mengindikasikan bahwa seseorang sedang kurang tidur.

Ini Caranya Agar Tetap Fit Hanya Dalam Waktu Satu Menit

Jakarta, Agar dapat tetap bugar namun tidak memakan banyak waktu, ada beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan. Kebanyakan orang melakukan olahraga kardio selama 15 menit. Olahraga ini adalah olahraga yang bertujuan membuat jantung berdetak lebih cepat dan meningkatkan sirkulasi darah.

Baru-baru ini, ada sebuah tren olahraga baru yang diklaim memiliki manfaat optimal namun dengan alokasi waktu yang minimal. Tren ini merupakan upaya menjawab kebutuhan akan olahraga yang praktis di tengah kesibukan yang padat dan memakan waktu.

Olahraga tersebut adalah olahraga intensitas tinggi selama 1 menit yang rutin harus dilakukan 3 kali seminggu. Dr John Babraj dan Dr Ross Lorimer dari University of Abertay Dundee mengkampanyekan metode olahraga ini lewat bukunya yang berjudul ‘The High Intensity Workout’.

"Kami telah menghasilkan buku ini sehingga siapa pun dapat menerapkan penelitian kami dalam praktek nyata. Caranya sederhana dan efektif tanpa menyita waktu," kata Dr Babraji seperti dilansir Medical Daily, Minggu (21/10/2012).

Gagasan menulis buku dan melakukan penelitian mengenai olahraga singkat ini diperoleh Dr Babraj dan Dr Lorimer setelah melihat gaya hidup modern yang super sibuk. Mereka berdua merasa perlu menciptakan suatu jenis olahraga yang rutin dilakukan namun dapat diterapkan oleh orang-orang sibuk.

"Banyak orang merasa kekurangan waktu tetapi masih ingin meningkatkan kesehatannya. Jadi kami menguji The High Intensity Workout selama lebih dari 6 tahun," terang Dr Babraji.

Menurut Dr Babraj dan Dr Lorimer, olahraga dengan intensitas tinggi selama 1 menit ini jika dilakukan secara rutin akan dapat meningkatkan tingkat kebugaran sebesar 10 persen dan meningkatkan kemampuan insulin membersihkan glukosa dari aliran darah pada orang yang jarang berolahraga sebesar 25 persen.

Tak hanya itu, olahraga singkat ini juga diklaim dapat meningkatkan kemampuan jantung memompa darah sebesar 14 persen dalam waktu 2 minggu. Sedangkan pada olahraga ringan, peningkatan kemampuan jantung yang dihasilkan hanya 5 persen.

"Siapapun dapat mengikuti latihan ini selama dua minggu dan merasakan manfaat kesehatan serta menjadi bugar dengan lebih cepat," kata Dr Babraji.

Penelitian kedua ilmuwan ini ditayangkan sebuah program besutan stasiun berita Inggris, BBC, yang berjudul ‘The Truth about Exercise’. Dalam program tersebut, keduanya menegaskan bahwa metode High Intensity Workout telah diteliti secara menyeluruh dan terbukti secara ilmiah.

Cegah Sakit Jantung dan Sakit Gula dengan Angkat Beban

Jakarta, Angkat besi atau angkat beban identik dengan olahraga yang digunakan untuk membentuk otot dan menciptakan tubuh ideal, misalnya tubuh sixpack idaman para pria. Tapi sebenarnya olahraga ini juga punya manfaat lain yaitu menurunkan risiko sakit jantung dan sakit gula.

Kesimpulan tersebut diperoleh tim peneliti dari University of North Florida setelah mengamati lebih dari 5.000 orang dewasa di AS yang diminta melakukan olahraga angkat beban sebagai bagian dari National Health and Nutrition Examination Survey 1999-2004.

Lalu peneliti mengecek sampel darah partisipan untuk melihat apakah ada kaitannya antara angkat beban dengan risiko sindrom metabolik yang mungkin dialami partisipan.

Sindrom metabolik sendiri adalah sekelompok faktor risiko yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes. Faktor risiko itu di antaranya lingkar pinggang yang besar, kadar lemak yang tinggi dalam darah, rendahnya kadar kolesterol 'baik', tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang tinggi.

Padahal partisipan yang diketahui memiliki sedikitnya 3-5 faktor risiko di atas sudah dianggap menderita sindrom metabolik.

Namun ternyata peneliti menemukan bahwa partisipan yang melakukan olahraga angkat beban 37 persen berpeluang lebih kecil menderita kondisi tersebut.

"Angkat beban mungkin memainkan peran penting dalam mengurangi prevalensi dan risiko sindrom metabolik pada orang dewasa di AS," ungkap peneliti seperti halnya dilaporkan dalam The Journal of Strength and Conditioning Research.

Dari 5.618 partisipan, 8,8 persen di antaranya mengaku melakukan olahraga angkat beban meski olahraga ini dua kali lebih banyak dilakoni oleh partisipan pria.

Kendati begitu ada juga partisipan yang melakukan angkat beban tapi menderita sindrom metabolik dan jumlahnya hanya seperempat, sedangkan partisipan yang tidak angkat beban dan mengidap sindrom metabolik mencapai 37,3 persen.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa kekuatan dan massa otot yang lebih besar dapat menurunkan peluang sindrom metabolik pada partisipan. Tentu saja kedua hal itu dapat diperoleh dengan mudah lewat olahraga angkat beban.

"Pakar olahraga seharusnya mendorong digalakkannya olahraga angkat beban bagi para orang dewasa dari berbagai usia untuk meningkatkan kesehatan metabolisme," simpul ketua tim peneliti Dr. Peter Magyari seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (26/10/2012).

Namun upaya ini akan lebih baik difokuskan pada kelompok yang jarang melakukan olahraga angkat beban seperti wanita dan lansia.

Belajar Saja Tak Cukup, Butuh Olahraga Juga Kalau Mau Pintar

Jakarta, Peribahasa hanya mengatakan rajin pangkal pandai, tidak pernah secara spesifik menyebutkan rajin belajar. Kenyataannya memang demikian, untuk jadi lebih pandai seseorang tak cukup hanya rajin belajar tetapi juga harus rajin olahraga.

Para ilmuwan dari University of Montreal membuktikan hal itu dalam sebuah penelitian terbaru. Olahraga rutin selama 4 bulan terbukti ampuh memperbaiki berbagai fungsi otak, sehingga jadi lebih efektif dan efisien dalam mempelajari hal-hal baru.

Olahraga yang dimaksud dalam penelitian tersebut adalah latihan interval dengan intensitas tinggi, selang-seling antara sprint atau lari cepat selama 30 detik lalu disambung dengan jalan kaki atau joging santai selama 30 detik. Pola latihan semacam ini dipakai juga untuk menurunkan berat badan.

"Kami meneliti 6 orang dewasa, semuanya menjalani program latihan interval selama 4 bulan, 2 kali seminggu dengan sepeda statis dan 2 kali seminggu latihan ketahanan," kata Dr Anil Nigam, salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (30/10/2012).

Menurut Dr Nigam, olahraga secara teratur dapat meningkatkan VO2max yang mencerminkan kapasitas vital paru-paru, sehingga suplai oksigen ke otak lebih optimal. Terpenuhinya kebutuhan oksigen di otak sangat dibutuhkan bagi perkembangan kemampuan kognitif atau kecerdasan seseorang.

Hasil pengamatan memang menunjukkan bahwa partisipan yang telah menjalani program tersebut lebih banyak berhasil dalam uji mengingat pasangan angka dan simbol. Pemindaian otak dengan teknologi near-infra red spectroscopy (NIRS) juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas yang berhubungan dengna fungsi kognitif.

Manfaat ektra yang didapatkan para partisipan dalam penelitian itu tentu saja kesehatan fisiknya meningkat. Timbunan lemak perut dan juga lingkar pinggang mengecil, sehingga risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung juga berkurang.

Sering Duduk Berjam-jam? Olahraga Saja Tak Cukup Tingkatkan Kesehatan

Jakarta, Orang kantoran sering harus duduk berjam-jam bermesraan dengan layar komputer. Bukan hanya bikin mata lelah, duduk hingga berjam-jam juga meningkatkan risiko penyakit. Walaupun sudah diimbangi dengan rajin berolahraga, efek negatif dari duduk lama ini masih tetap bercokol.

"Penelitian ini merupakan panggilan kepada masyarakat agar membatasi jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk setiap hari. Kita semua tahu beberapa orang melakukan olahraga setiap hari, tetapi kemudian menghabiskan sebagian besar waktunya duduk di depan komputer," kata Lynette L. Craft dari Northwestern University Feinberg School of Medicine seperti dikutip dari Counsel and Heal, Selasa (6/11/2012).

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa pada orang yang duduk untuk waktu yang lama, berolahraga secara teratur dapat memenuhi kebutuhan aktivitas fisiknya dan menghalau penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung dan kanker. Menurut pedoman yang ditetapkan pemerintah AS, orang dewasa sebaiknya melakukan olahraga minimal 150 menit per minggu.

Dalam penelitian yang dimuat International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, sebanyak 91 orang wanita sehat berumur 40 - 75 tahun diminta mengenakan perangkat untuk memantau aktivitasnya selama jam-jam dalam seminggu. Perangkat ini dipasang di paha dan dapat merekam jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk, berdiri, berjalan dan berolahraga.

Hasilnya menemukan bahwa banyak wanita yang melakukan olahraga atau aktivitas fisik lebih dari 150 menit per minggu. Namun alokasi waktu yang dihabiskan untuk aktivitas fisik ini hanya menyumbang sebagian kecil saja dari waktunya. Rata-rata wanita masih menghabiskan waktu 9 jam setiap hari hari untuk duduk.

"Saya pikir beberapa orang berasumsi bahwa dengan melakukan aktivitas fisik 30 hingga 40 menit sehari, kesehatannya sudah cukup terjaga. Tentu saja olahraga sangat penting dan berkaitan dengan banyak manfaat kesehatan yang positif. Tapi konsekuensi negatif terkait dengan duduk berkepanjangan tetap ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktif secara fisik tidak menjamin orang duduk lebih singkat," kata Craft.

Karena penelitian ini dianggap masih kecil, Craft menegaskan bahwa masih diperlukan penelitian lain yang dilakukan pada pria, orang tua, maupun anak-anak. Hal itu diperlukan untuk mengetahui jenis latihan apa yang dapat dilakukan untuk mengimbangi kebiasaan duduk yang berlama-lama.

Santai Terus Tapi Cepat Lapar Berarti Kurang Olahraga

Jakarta, Banyak waktu santai di hari libur berarti kebutuhan energi lebih sedikit dan porsi makan tidak perlu sebanyak hari biasa. Kalau porsi makannya tetap banyak dan cepat lapar padahal sedang santai, justru itu berarti kurang olahraga.

Logika awam mengatakan banyak olahraga tentu akan menghabiskan banyak energi pula sehingga porsi makan meningkat dan cepat lapar. Karenanya banyak yang berharap dengan santai-santai maka energi ditak cepat habis dan kebutuhan untuk makan pun akan berkurang.

Namun kenyataannya, olahraga ada bermacam-macam jenisnya dan pengaruhnya pada sistem metabolisme juga bervariasi. Sebagian memang bikin cepat lapar, tetapi ada juga yang justru menekan nafsu makan sehingga cocok bagi yang ingin membakar banyak kalori tetapi sekaligus ingin mengontrol pola makan.

Penelitian terbaru yang dilakukan Barry Braun dari University of Massachusetts menunjukkan jenis olahraga aerobik sangat cocok bagi yang ingin cepat langsing. Olahraga ini efektif membakar kalori, tetapi terbukti bisa mengurangi nafsu makan sehingga tidak cepat lapar.

"Tidak perlu diragukan lagi, olahraga bisa menekan rasa lapar," kata Braun yang merupakan direktur laboratorium metabolisme energi di kampusnya, seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (11/11/2012).

Dalam penelitiannya, Braun meminta sejumlah relawan untuk jalan santai di atas treadmill selama 45 menit setiap hari. Dalam 12 pekan, pola makan para relawan diamati lalu dibandingkan dengan sejumlah relawan lain yang tidak melakukan rutinitas serupa.

Hasil pengamatan menunjukkan relawan yang rutin melakukan olahraga ringan seperti jalan santai maupun aerobik cenderung memiliki nafsu makan lebih rendah. Diyakini, olahraga tersebut mempengaruhi pelepasan beberapa hormon pengendali rasa lapar seperti ghrelin, PYY dan GLP-1.

Temuan ini membantah kekhawatiran bahwa olahraga bakal memicu rasa lapar dan perilaku makan berlebihan karena kebutuhan energinya lebih banyak. Yang benar adalah metabolisme energi jadi lebih efisien sehingga sinyal rasa lapar akan lebih sesuai dengan kebutuhan energi yang sesungguhnya.
 

Sport News

http://bejoartikel.blogspot.com/2012/11/callejon-madrid-tidak-beda-bedakan.html

Featured Content Slider

Trending Topik

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ArtikelBejo™ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger